Sabtu, 19 Februari 2011

HIDUP INDAH DENGAN TAZKIYAH

Oleh : Abu Aisyah


Anda mungkin merasa asing dengan istilah tazkiyah. Tazkiyah berasal zakka yang berati membersihkan atau mensucikan, apa bila disambung dengan An-nafs maka akan menjadi Tazkiyah An-nafs yang artinya usaha seseorang untuk mensucikan diri atau jiwa. Tazkiyah An-Nafs adalah bagian integral dari islam sebagai Way Of Lipe. Seperti termaktub dalam
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي اْلأُمِّيِّينَ رَسُولاً مِّنْهُمْ يَتْلُوا عَلَيْهِمْ ءَايَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلاَلٍ مُّبِينٍ {2}
"Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antaramereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata."  (Qs Al Jum'ah ayat:2).
 Ayat yang mulia ini menyebutkan bahwa salah satu tahapan dari tugas rasul adalah mensucikan jiwa-jiwa mereka dari berbagai racun-racun yang dapat merusak dan mematikan hati manusia. Seperti perbuatan syirik, dengki ghibah dsb. Tazkiyatun nufus sendiri mempunyai arti cakupan yang sangat luas dari sekedar dosa-dosa yang dianggap kecil sampai dosa-dosa besar, dibahas dan dikelola dengan mengambil nash-nash dari Al-Qur'an maupun perbuatan nabi T.
    Dalil-dalil yang ada, baik di dalam Al-Qur'an maupun As-Sunnah sering sekali berkaitan dengan usaha untuk mensucikan jiwa manusia di antaranya adalah:
Firman Allah ta'ala
قَدْأَفْلَحَ مَن زَكَّهَا
"sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu." (Qs. Asy-Syams : 9)
 Ayat ini jelas menerangkan kepada kita bahwa orang-orang yang mensucikan diri adalah orang-orang yang beruntung.
Setelah kita mengetahui begitu berharganya tazkiyatun Nufus ini, lalu bagaimana cara kita mentazkiyah (mensucikan) jiwa-jiwa kita, apakah dengan dzikir-dzikir seperti yang dilakukan oleh orang-orang sufi, atau dengan menyendiri dan bertapa seperti orang-orang budha. Dien (Agama) Islam sebagai agama yang sempurna tentu mengatur seluruh sendi-sendi kehidupan manusia termasuk bagaimana cara mensucikan jiwa manusia itu. Sumber dari pensucian jiwa dalam Islam adalah taqwa kepada Allah Ta'ala, ini adalah asas utama, cabang-cabangnya adalah segala tingkah laku ibadah yang kita kerjakan maka itu merupakan sarana bagi kita untuk mensucikan jiwa-jiwa kita, karena itu pada saat kita melaksanakan segala bentuk ibadah maka bersamaan dengan itu juga kita sedang mentazkiyah jiwa kita, seperti dalam contoh-cuntoh di bawah ini:
1.    Shahadat
  Ketika seseorang masuk Islam tentu dia mengucapkan dua kalimat syahadat, begitu juga bagi kita yang telah masuk Islam maka setiap sholat kita pun melafadzkan syahadat tersebut, ketika kita bersyahadat itu berarti kita sedang mentazkiyah/ mensucikan jiwa kita dari segala bentuk kesyirikan yang menjadikan lawan dari syahadat tersebut. setelah kita membersihkan jiwa kita dari segala sifat kesyirikan (menyekutukan Allah) maka tahap tazkiyah selanjutnya adalah memberikan kepada jiwa … dan pungisi jiwa yang telah bebas dari kesyirikan tadi.
2.     Sholat
Apabila kita mengerjakan sholat, secara benar sesuai sunnah Nabi T bersamaan dengan itu jiwa kita akan dibersihkan dari sifat sombong, sabar, disiplin dan lain sebagainya. Ketika kening kita menempel lantai maka pada waktu itulah jiwa kita di tazkiyah/ dibersihkan dari sifat sombong, karena begitu hinanya kita dengan mencium lantai, namun disaat itulah jiwa kita merasa damai karena begitu dekatnya seorang hamba dengan Robbnya ketika dia dalam keadaan bersujud, dan ini memang salah satu tujuan dari sholat yaitu:
إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَئِ وَالْمُنْكَرْ
"Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuata keji dan mungkar."                                                                                                   
3.    Zakat
Pada saat kita mengerluarkan zakat maka terlihat jelas adanya usaha kita untuk melatih dan mentazkiyah jiwa kita agar lebih peduli dengan sesama manusia, serta melatih jiwa kita untuk bersifat Ikhlas dalam mengeluarkan zakat, dan salah satu tujuan atau fungsi zakat adalah membersihkan/mentazkiyah jiwa kita serta membersihkan harta kita.
4.    Puasa
Seseorang yang berpuasa tentu akan menahan amarahnya ketika dia di ganggu oleh orang lain, ini tentu sesuai ketentuan dari Nabi T  yaitu Nabi bersabda yang artinya: "Apabila kamu sedang puasa dan diganggu oleh orang lain maka ucapkanlah":
إِنِّى صَائِمٌ
" Sesungguhnya aku sedang puasa "
Ini jelas sebuah cara untuk mensucikan jiwa kita dari sifat mudah marah dan senantiasa mungkin untuk menahan amarah kita.
5.    Haji
Haji adalah rukun kelima dalam….hukum Islam, haji sendiri hukumnya sunnah, akan tetapi bisa menjadi wajib apabila seseorang itu mampu untuk melaksanakannya, dalam ibadah haji ini maka akan terlihat bahwa semua ibadah ini memerlukan pengorbanan lahir dan batin, sisi tazkiyah pensucian jiwa pada ibadah ini dalah bahwa seseorang itu harus Ikhlas dalam melaksanakannya karena membutuhkan dana yang banyak, kemudian menghilangkan segala sifat 'Ujub/sombong, serta meluruskan niat sehingga hanya mencari keridhoan Allah saja, bukan berniat agar sepulangnya dari sana di panggil pak haji atau bu haji, serta niat-niat yang lainnya yang akan mengotori hati dan ibadah itu sendiri.
Masih banyak lagi ibadah-ibadah yang lain yang mengajarkan kepada kita untuk mensucikan hati-hati kita, seperti do'a, jihad, berwudhu dan lain sebagainya. Semua itu adalah sarana-sarana yang dapat mensucikan hati-hati kita dari berbagai penyakit-penyakit hati yang dapat mengotorinya, ini adalah ajaran yang dibawa oleh Nabi kita untuk melaksanakannya, dan kita tidak boleh mengambil selain dari petunjuk Nabi T, seperti cara-cara orang Sufi yang mereka mempunyai dzikir-drikir tersendiri dalam rangka membersihkan hati-hati mereka katanya, padahal ini hanya talbis (tipuan) iblis untuk menyesatkan mereka dari jalan kebenaran ini, semoga kita selalu dapat mengikuti petunjuk Nabi T dalam segala hal termasuk dalam rangka mensucikan jiwa kita, dan kita juga harus banyak berdo'a seperti do'a yang dicontohkan oleh Nabi kita untuk meminta kepada Allah Ta'ala agar hati kita selalu berada di dalam ketetapan iman dan islam:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبَ ثَبِتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ
 "Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku diatas agama-Mu." Demikian juga do'a tentang meminta ditetapkannya taqwa dan meminta di bersihkannya hati kita.
اَللَّهُمَّ أَتِ نَفَسِ تَقْوَاهَا وَزَكَّهَا أَنْتَ فِي مَنْ زَكَاهَا,أَنْتَ وَلِيُهَا وَمَوْلاَهَا

 "Ya Allah berikanlah kepadaku hati yang bertaqwa dan bersihkanlah/sucikanlah dia, engkau adalah sebaik-baik dzat yang mensucikan jiwa, engkau adalah pemilik dan pelindungnya." 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...