Sabtu, 19 Februari 2011

Perjuangan Menuju Pembebasan



    Kata orang-orang yang paham dengan agama “Setiap jalan menuju ke arah kebaikan biasanya dipenuhi oleh hal-hal yang merepotkan, menyulitkan bahkan terkadang memerlukan adanya pengorbanan” mungkin pengalamanku menggunakan operating sistem Linux sejalan dengan kata-kata bijak tersebut. Bagaimana tidak komputer yang sudah bertahun-tahun digunakan untuk keperluan sehari-hari, dari mulai keperluan menulis makalah tugas kuliah, menulis cerpen hingga menonton bareng dengan keluarga kini harus dioprek kembali untuk dapat menggunakan software yang gratis dan tidak ada hak cipta di dalamnya.
    Sebenarnya perkenalanku dengan Linux sudah cukup lama, bahkan bisa dikatakan dimulai sejak aku mulai mengenal komputer untuk tugas-tugas kuliah di awal-awal semester  satu. ketika itu aku sepertinya tidak peduli dengan Linux dan sebangsanya dari komunitas open sourche, hanya kebiasaan membacaku dari berbagai sumber berkenaan dengan ilmu komputer yang memaksaku untuk membaca semua hal yang termasuk ththek bengek tentang Linux, walaupun hanya sepintas lalu dibaca.
    Akhir dari sebuah keputusanku untuk menggunakan Linux terjadi bulan Juni 2007 yang lalu, mungkin sudah cukup terlambat, karena dari awal kuliah hingga pembuatan skripsi aku masih tetap terlena dengan OS bajakan. Awal dari keputusan ini adalah ketika aku mendapatkan tugas Metodologi Penelitian di kampusku, waktu itu dosen tersebut memberikan tugas mata kuliah tersebut sekalian sebagai proposal tesis. Agar tesisku nanti sukses maka aku mempersiapkan deng sungguh-sungguh. dengan beberapa ide dari teman-teman dan juga dosen akhirnya aku mengambil judul “Hak Cipta dalam Hukum Islam” namun masalah utama muncul yaitu masa menulis tentang hak cipta tapi mengetiknya dengan software bajakan , mengatasnamakan Islam lagi. Akhirnya tekad sudah bulat segera aku mencari lebih detail lagi tentang keberadaan Linux, majalah-majalah komputerku ku acak-acak untuk mendapatkan informasi, demikian juga teman-teman yang sudah pernah memakainya, tidak ketinggalan aku cari informasi di internet walaupun hasilnya belum memuaskan aku nekat untuk menginstal linux di komputerku. Dengan modal sebuah OS Linux  Centos 5.0 aku nekat menginstalnya ke komputer, namun keterbatsan memory mengakibatkan software ini tidak bisa berjalan normal, awalnya aku hanya ingin membuat partisi baru untuk Linux dengan tetap menggunakan Windows bajakan, namun setelah dua kali instal gagal, aku nekat menghapus seluruh partisi yang ada di komputer, hasilnya seluruh data di windowsku hilang, syukur sebulan yang lalu aku sudah memback up data-dataku ke dalam keping DVD, walaupun ada beberapa data terkini yang hilang aku tidak merasa sedih kalau nanti hasilnya dapat dinikmati. setelah semua data terhapus ternyata Centos versi 5.0 tidak bisa terinstal secara sempurna, akhirnya terpaksa aku menginstal kembali windows versi Egiptian Hak dalam komputerku lagi. aku tidak menyerah, setelah windows terinstal kembali aku menginstal Linux Red Hat versi 9, namun lagi-lagi memory 128-ku tidak bisa menginstal dengan sempurna redhat tersebut walaupun sudah dibantu dengan memory virtual (swap), dengan terpaksa aku hentikan proses intstalasi, walaupun belakangan aku ketahui sebenarnya memory sebesar itu masih mampu digunakan.
kesempatan ke Harco Mangga Dua mengantarkan adik ipar membeli komputer baru tidak aku sia-siakan untuk membeli software Linux “bajakan”, aku membeli xandros versi 2.0 dan Fedora Rescue, namun nama yang terakhir ternyata bukan sebuah distro, melauinkan hanya software pemback up data, sebenarnya ada keinginan untuk membeli Igos Nusantara namun jumlah cd yang 3 keping menyurutkan niatku demikian juga distro-distro yang lainnya semisal Mandriva, Xandros edisi enterprises dan yang lainnya. setelah sampai di rumah segera distri xandros kuinstalkan dalam komputerku dengan kecepatan instal yang belum terbayang sebelumnya, hanya dengan waktu tidak sampai satu jam xandros versi 2.0 sudah “nangkring” di komputerku, setelah selesai penginstalan segera  file-file yang berserakan kurapihkan, keinginan untuk mengguntakan secara keseluruhan fasilitas yang ada dalam distro ini tidak kusia-siakan beberapa aplikasi yang biasa dipakai kucoba, multi media oke......, pengolah kata oke...., spread seet oke juga. Ada perasaan puas mengalir perlahan, kini saatnya menginstal aplikasi lain yang biasa kugunakan. Namun masalah timbul ketika proses penginstalan software-software Arabic, bahkan komputerku sempat hang, beberapa software seperti Maktabah Syamilah dengan Hadist Syarif kuinstalkan ke komputer namun dengan segala keterbtasanku komputer tersebut justru not responding, hingga akhirnya hang. sku tidak putus asa, aku mencoba menginstal windows lagi, setalh selesai kucoba menginstal distro xandros lagi namun sayang komputerku tidak bisa meneruskan proses instalasi, akhirnya aku menyerah tidak bisa menggunakan distro ini.
tekadku untuk menggunakan Linux masih menyala, dengan persediaan uang yang pas-pasan aku nekad pergi ke toko buku dan mencari buku-buku yang berkaitan dengan berbagai distro linux, dengan beberapa pertimbangan akhirnya ku beli buku dengan bonus sebuah DVD yang beristri distro SuseOpen Sourche, ada terbesit dalam pikiran untuk menggunakan Live CD saja namun niat itu kurungkan. tanpa menunda waktu lagi setelah sampai di rumah distro suse versi 10.1 kuinstalkan dalam komputer dengan membaca spesifikasi yang disebutkan aku yakin komputerku masih mampu untuk menjalankan distro ini, proses instalasi berlangsung, tidak disangka ternyata waktu yang diperlukan cukup lama, hampir tiga jam lebih porses ini berjalan, ditambah pada awal-awal instalasi ada sedikit kesalahan tekhnis, hingga akhirnya proses selesai dan dapat digunakan. Namun sayang seribu sayang distro ini berjalan sangat lambat, apalagi ketika membuka OpenOffice versi 2.0 sama seperti ketika dulu mengunakan Windows versi 95 dengan komputer renta, rasa kecewa ini ditambah lagi dengan porses instalasi multi media yang cukup njlimet, hingga akhirnya aku menyerah proses instalasi untuk multimedia khsusnya Xine-ui untuk memutar DVD tidak bisa dijalankan. dengan kekecewaan distro ini tetap digunakan, dalam hati masih terhibur distro in masih bisa memutar MP3 sehingga masih bisa mendengarkan murattal kesukaan. Saat-saat jalan-jalan ke toko buku kukhususkan untuk mencari buku-buku tentang linux bahkan kali ini hanya itu tujuannya, setelah melihat kantong yang pas-pasan dan beberapa spesifikasi yang terlalu tinggi untuk komputerku akhirnya niat untuk membeli Igos Nusantara kubatalkan, untunglah ada seorang teman yang membelinya sehingga aku bisa meminjamnya, setelah “membajak” distro ini dalam sebuah keping CD akhirnya aku mencoba untuk menginstalnya di komputer. Sebenarnya aku masih sayang dengan Suse-ku walau[pun masih tidak bisa memutar DVD , namn ada rasa nasionalisme yang memaksaku untuk menggunakan “distro RI” ini. namun seribu kali sayang, ternyata distro ini tidak bisa terinstal dalam komputer, merasa tidak bisa menginstal akhirnya seorang teman yang sudah cukup mengenal tenatng linux datang kerumah untuk membantu, setelah otak-atik dan mencoba menginstalnya namun tetap gagal, degan alasan kurang memory akhirnya diapun menyerah, akhirnya suse yang tadi adapun kini terhapus hingga berakhirlah kisah komputerku kini menjadi komputer”baru” lagi alias tidak ada satupun OS yang ada di dalamnya. Akhirnya dengan terpaksa kuinstal kembali windows XP edisi Egiptian Hak bajakan yang diperoleh dari seorang teman di Mesir. namun keinginanku untuk menggunakan linux juga masih ada lalu dengan segala keterbatasan distro susepun terinstal lagi dengan segala kekuaranagnnya, dari lamanya proses instalasi hingga njlimetnya proses penambahan fitur multimedianya yang terpaksa lagilagi tidak bisa memutar DVD.     Sebenarnya ingin segera aku memmbuang distro linux ini karena lamanya loading utnuk pengolah kata, namun dengan investasi Rp 40.000 membuatku sayang untuk menghapusnya, namun aku belum menyerah segera kuhapus lagi seluruh OS yang ada, setelah format ulang hard disk lalu menginstal windows yang dulu, akhirnya kucoba lagi menginstal distro xandros versi 2.0 dan dengan disaksikan seorang teman proses instalasi berjalan cukup cepat, syukurlah tidak ada halangan yang berarti hingga selesai setelah dicoba semua berjalan normal, multi media bisa, pengolah kata bisa walaupun hanya Open Oficce versi 1.1 demikian juga spread seet dan aksesorisnya, walaupun koleksi gamenya kurang menarik namun semua itu kuterima dengan lapang dada. Sekarang dalam komputerku terpasang dua operating system yaitu windows XP edisi Mesir dan Xandros versi 2.0, namun aku bertekad dalam hati untuk menggunakan Linux kecuali dalam keadaan darurat ketika sebuah program tidak bisa dijalankan semisal Al-Qur'an Digital dan islamic Software lainnya. walaupun di XP sendiri untuk office-nya aku gunakan open Office versi 2.0 untuk mengetik dan keperluan spread seet.  
Kini aku hanya bisa berharap semoga kedepannya linux dengan komunitasnya terutama Open Office-nya bisa sebanding dengan dengan OS lainnya, teutama kebutuhan saya semisal untuk mengistal berbagai Islamic Software dan mengetik bahsa Arab. Walaupun sebanrnya saya pernah mendengar bahwa linux juga bisa digunakan untuk mengetik Arab, aku sendiri pernah mencobanya namun langkah-langakhnya sangat sulit, dari muali mensetting key board menjadi arabic, hal ini mengakibatkan semua menjadi arabic hingga password pada screen saverpun menjadi arab yaitu dari kanan ke kiri, hal ini tentu sangat merepotkan. kemudian saya penah dengar juga ada linux yang edisi Arabic cuma saya belum mendapatkannya. sekarang saya harus puas dengan yang ada, untuk sementara semoga kedepannya linux semakin maju, dan menjadi satu-satunya OS di komputer saya.

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...