Selasa, 26 April 2011

EMOSIONAL REMAJA




Apakah nampak gelombang kemarahan dikalangan remaja, lebih banyak dibanding selain mereka? Kenapa expresi (kemarahan tersebut) dengan sangat emosional? Atau secara langsung seperti konfrontasi, saling memukul, pertentangan, kata-kata kasar dan memamerkan badan? Dan kenapa remaja terburu-buru dalam mengambil keputusan,  dalam memproleh permintaan-permintaan? Kenapa terburu-buru dan tergesah-gesah dalam mengerjakan pekerjan, memenuhi kebutuhan dan dalam merealisasikan keperluan-keperluan? Apakah remaja bersedih dan berduka? Apakah dia ditimpa kekalutan? Apakah dia bertolak kepada pengasingan diri? Dan apakah dia terkadang merasakan keasingan, keterpinggiran dan rendah diri? Kenapa?
Kenapa remaja gembira secara berlebihan, ketika dia merasa gembira? Kenapa dia menajadi down ketika diberi semangat? Kenapa mereka berlebihan ketika memuji? Berkata-kata kotor ketika mereka mencaci? Apakah benar bahwasanya perasaan cinta mendominasi phase remaja? Dan bahwasanya percintaan dan ketergantungan kepada lawan jenis merupakan ciri khas remaja? Kenapa kecintaan dan ketergantungan (lawan jenis) mendapatkan kesempatan (tumbuh, menguasai hati dan perasaannya, mengusai fikiran dan hayalannya? Kenapa (dia) melamun dan cenderung berkhayal? Kenapa remaja banyak bersisir pada tempat duduknya, di mobil, di atas tempat tidur dan di tengah-tengah orang ataupun ketikah dia sendiri, kenapa (ada) kekaguman dan ketergantungan kepada publik-figure yang terkenal, seperti bintang film, olah-regawan, petualang? Kenapa menirunya, membela serta mengadakan permusuhan dan persaudaraan karenanya?
Pertanyan-pertanyaan yang sangat banyak, yang mempelajari emosional remaja? Dan terkadang tidak semua jawaban tentangnya ada dalam penelitian-penelitian dan penyelidikan-penyelidikan kejiwaan sekarang. dan memungkinkan meringkas tanda-tanda yang paling jelas pada emosional remaja, serta apa-apa yang menjadi khusus bagi phasenya disbandingkan phase yang lain yang dilalui seseorang, sebagai berikut:

1-Dominsi ketakutan dan kerisauan: remaja pada kebanyakannya, merasa khawatri pada dirinya, masa depannya, merasa takut dari kemungkinan gagal atau sukses, merasakan ketidak stabilan dilihat dari tidak adanya ketetapan (pendirian) terhadap sesuatu, karena tidak adanya pandangan yang jelas dan karena kekaburan yang meliputi jalan (yang sifatnya) baru baginya. Dia merasakan perasaan sebagai seorang laki-laki, memiliki beberapa sifat-sifatnya, akan tetapi dia belum menempuh jalannya  sebelumya, maka pada permulaan jalan yang panjang dia merasa bingung dan bertanya-tanya: apa itu pekerjaan? Apa itu tugas? Apa itu pendapatan? Siapa yang akan mendapingi hidupnya? Apa peran dan pungsinya? Apakah dia akan gagal atau sukses? Apa itu tanggungan? Apa yang dikatakan orang-orang ketika dia lemah ataupun dia gagal? Bagaimana dia mengahadapi hidup,  dengan (adanya kenyataan) pengangguran dan keterpinggiran? Terkadang remaja merasa takut, tapi dia tidak tahu apa yang dia takuti, karena dia mengalami kerisauan/kecemasan: cemas dari sesuatu yang tidak diketahui (terselubung). Dia mendugaga sesuatu hal yang menyakitkan akan terjadi padanya, namun dia tidak tahu apakah hal tersebut. Dan terkadang hal ini sama sekali tidak terbukti hanya sekedar khayalan belaka, sebabnya adalah perasaan dan emosional yang berlebihan pada diri mereka[1].

2-kekuatan emosional: karena kesempurnaan anggota tubuh dan akal remaja (sebagaimana) yang telah disebutkan, dia memiliki jenis-jenis emosional yang dimiliki orang dewasa, merasakan apa yang dirasakan orang dewasa, dari kobaran emosi dan perasaan, maka dia itu cinta dan benci, tenang dan marah, pelan dan terburu-buru, berani dan takut. dan begitupula sifat-sifat penyayang, pengasih, keberanian, harga diri, cinta kasih, belas kasih, kebaikan dan lain-lain.
Akan tetapi remaja kekurangan peraktek dan pengalaman dan perubahan cepat dan beruntun mendominasinya, maka dari segi pertumbuhan dan kematangan, dia hidup dalam kondisi dan keadaan yang benar-benar baru, begitupula dari segi lingkungan dan usaha, karena belum ditempa pengalaman dan belum dipermantap oleh skill, maka modalnya pada masalah ini sangatlah sedikit dan bekalnya sangat terbatas, itupun jika dia memiliki bekal. Maka dalam hal ini sesuatu yang menjadi sangat sulit baginya adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, atau memberikan kepada yang berhak akan haknya. Atau supaya dia menahan (sesuatu) jika keadaan menghendaki dan melepaskan sesuatu jika dikehendaki oleh keadaan, keadaanya seperti orang yang mempunyai sarana dan alat akan tetapi dia tidak mahir menggunakannya sebagaimana yang kehendaki. Dengan demikian remaja tidak stabil emosinya, dan tidak realistis dalam mengungkapkannya, maka dia itu banyak dan cepat marah oleh sebab-sebab yang sepeleh.
Dan terkadang dia tidak bisa menguasai keadaan emosinya terhadap keadaan-keadaan luar, terkadang dia melemparkan dan menghancurkan apa yang ada di tangannya, terkadang dia merobek bajunya, merusak barang-barang miliknya, dan terkadang dia memukul, mengumpat, mencela dan mengancam. Ketika dia menginginkan sesuatu dia bersegerah dan berusaha dengan cepat mencarinya dan tergesah-gesah dalam mengambil keputusan yang penting. Bahkan apabila dia mencintai dia berlebihan dan melampauhi batas, bergantung terhadap siapa yang dia cintai, menyayanginya, bekorban untuknya, menguasai hatinya, mendominasi keadaan dan imajinasinya, yaitu (pada) perkataan dan kesibukannya, ini adalah rahasia besarnya kecintaan dan kerinduan pada umur remaja. Remaja apabila dia kagum pada seseorang, kelompok atau pada model/type dia mengupayakannya, menghimpun orang-orang padanya, berkorban untuknya, berlebihan dalam memujinya, membela dan melindunginya serta meletakkannya pada kepentingan yang paling utama yang tidak bisa ditawar-tawar, ini adalah diatara rahasia kecintaan remaja yang sangat terhadap olah-ragawan, klub olah-raga, seniman, film, petualang, pemain sirkus, dan terkadang pahlawan-pahlawan sejarah. Hal-hal yang mendorong remaja untuk yang demikian itu adalah apa yang mereka nikmati dari kepopuleran dan kemasyhuran, kedudukan moral dan sosial, karena dia memerankan model yang dekat dan dipercaya, ditiru dan menyatu dengannya, kemilau orang-orang terkenal dan kelemahan (yang ada) pada remaja mengakibatkan kecenderungan dan kebergantungan, kekaguman yang sangat dan dorongan serta bantuan yang berlebihan. Dan begitu pula sebalikya, remaja berlebihan ketika dia marah, menampakkan kebencian dan cemoohan yang menandakan (hal-hal) yang berlebihan ini, lihat pulah posisi mereka terhadap klub olah-raga yang mereka tidak sukai, atau terhadap orang-orang yang mereka tidak sukai, seperti sebahagian guru mereka, umpamanya.
 begitupulah remaja tenggelam dalam lamunan dan khayalan-khayalan mereka, terkadang mereka berlebihan dalam menggambarkan kehidupan dan perhiasannya, dan meletakkan perencanaan yang ideal, mereka cenderung kearah itu karena kesiapan imajinasi mereka, sementara sedikitnya keahlian/pengalaman mereka pada waktu yang sama. Dan terkadang remaja memakai syair (orang lain), atau menulis prosa, dia menggambarkan persepsi dan perasaan-perasaanya, serta mencatat khayalan dan kebingungan-kebingungaannya, maka dia merasakan kogoncangan perasaan, sensitifitas perasaan, bahkan kamu melihat dia berlari (berada) dibelakang perasaannya serta membangun kepercayaan terhadapnya.
Keistemewaan-keistemewan remaja, mulai dari kesiapan untuk diberikan dorongan, mudah dibangkitkan semangat(nya), kerapuhan emosional, dan kekosongan jiwa yang siap untuk diisi, dengan bahasa yang lain: beragamnya keadaan emosional dan perasaan seperti ini, memunkimkan dia untuk diarahkan dengan arah yang baik dan benar, dikontrol dari jalan yang melingkupi pendidikan yang sempurna dan seimbang, untuk menghasilkan pemuda yang kuat, mempunyai ambisi, disiplin, yang berpegang pada contoh-contoh dan model-model yang ideal pada sejarah bangsanya dan zamannya. memunkinkan untuk diambil manfaat dari pendidikan emosionalnya dan meletakkannya pada arah yang benar, agar supaya remaja mengetahui: bagaimana dia mengasihi? Kapan dia mengasihi? Kenapa? Bagaimana dia mencintai? dan Kenapa? Bagaimana dia dikagumi? Kapan dia dikagumi? dan Kenapa? Dan seterusnya.
Kecenderungan-kecenderungan ini memungkinkan untuk membuka jalan bagi pembentukan pemuda yang mempunyai perasaan murah hati, berinteraksi dengan kehidupan, cenderung kepada kebaikan dan perbaikan, mempunyai pengaruh dalam pergaulannya, terhadap ummat pada berbagai golongannya.

     3-Keperibadian: yang dimaksud adalah, kekaguman remaja terhadap dirinya sendiri, percaya diri, berkeyakinan bahwasanya dia adalah pusat pandangan manusia dan fokus perhatian mereka. keyakinan bahwasanya orang-orang melihat kepada mereka, sebagaimana remaja melihat kepada diri mereka (masing-masing), menguasai/mendominasi sebahagian remaja, kacamata yang dia pakai untuk memandang dirinya, maka itupulah yang harus dipakai orang lain memandang kapada dirinya (remaja), pendapat orang lain terhadapnya haruslah seperti ini, bentuknya menurut mereka (orang-lain) sama dengan bentuknya, menurut  dirinya. Hal ini adalah hasil dari ketiadaan keseimbangan emosional dan perasaan pada dirinya, dan juga bersumber dari perobahan-perobahan mendadak dan cepat yang menandakan kelaki-lakian ataupun kewanitaan, yang mengisyaratkannya akan kelengkapan dan kesempurnaan dan dari sedikitnya keahlian dan pengalaman yang membantunya apabila dia dihadapkan pada kenyataan, serta mencegahnya dari imajinasi dan ketidak-patuhan remaja.
     Karena adanya kenyataan ini pada remaja, maka kita mendapatkan remaja mempunyai sensitifitas dan kepekaan terhadap keritikan orang lain, dia merasa sakit dan menderita dari yang demikian itu (kritik) dan terkadang dia menyembunyikan kesedihan dan penderitaannya itu terhadap orang lain. Sensitifitas dan kepekaan dalam mengahadapi perasaan orang lain sesungguhnya timbul karena apa yang dia rasakan dari kesedihan, keputus-asaan terhadap apa yang dia yakini dari pandangan orang lain padanya, dimana dia mendapatkan celaan bukan pujian, pembicaran yang sifatnya fitnah bukan pembicaraan akan keistimewaan-keistimewaanya, menganggapnya bodoh bukan menyanjungnya, menjelek-jelekkan bentuk dan sifatnya bukan memoles dan memberikan sanjungan padanya, sesungguhnya imajinasi, khayalan dan dominasi perasaan dan emosi pada remaja meluapkan (anggapan) akan kekuatan dan kesempurnaan, keperkasaan dan kegantengan dan gambaran terhadap dirinya bahwasanya dia penting, sementara nilai(nya) pada kenyataannya tidak ada dan keberadaanya tidak dianggap menurut orang-orang, bahkan apa yang diyakini orang-orang terhadapnya adalah sebaliknya; dia itu masih kecil, tidak berarti. Dia itu tidak mampu untuk memikul tanggung-jawab dan menukuni kepentingan-kepentingan yang sulit. Sebagaimana lawan jenis terkadang tidak peduli dengannya, serta tidak memberikan perhatian sebagaimana yang dia kira, oleh karena sebab-sebab ini terkadang remaja menjadi benci terhadap kedua orang-tuanaya, benci terhadap orang-orang, benci terhadap masyarakatnya dan mulailah ungkapan keluar dari mulutnya, seperti: "tidak ada seorangpun yang memahami saya", "apa yang kamu ketahui tentang saya", "saya lebih paham dari kalian", "saya lebih tahu tentang keadaan saya", "saya ingin untuk tidak duduk kecuali bersama teman-teman saya; merekalah yang memahami saya" dan mulailah (muncul) golombang-gelombang kemarahan dan perasaan muak terhadap mansyarakat orang dewasa dan mencoba untuk menekuni pekerjaan-pekerjaan yang membawa dia mengisi waktu tidak bersama kedua-orang-tuanya, untuk (tidak) duduk pada perkumpulan dan acara-acara mereka, serta dia merasa tertekan dan bosan dari perkumpulan tersebut.
     Kekaguman terhadap diri ini termasuk pelajaran penting yang harus diperhatikan ketika berinteraksi bersama remaja, mendidik atau ketika menyelesaikan problema-peroblema dan mengatasi perobahan-perobahannya, maka terkadang hal ini menjadi sumber sensitifitas dan kepekaan atau penolakan dan penentangan atau kefrustasian dan keputus-asaan dan kemudian menyendiri dan mengasingkan diri, atau terjerumus ketengah-tengah teman-teman yang buruk dan mencurahkan waktu dan tenaga kepada mereka.  juga terkadang hal itu menjadi sebab kecemburuan dan kesombongan, idealisme, atau bertambahnya ambisi atau tenggelam dalam mawas-diri (terhadap orang-dewasa) dengan berbagai bentuk dan modelnya dll.


[1]  Muhammad Imaduddin Ismail :Annumuw Fi Marhalatil Murahaqah, halaman 117

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...