Senin, 16 Mei 2011

Bahasa : Jendela Ilmu dan Dunia


Oleh : Reza Abdurrahman


The Language is Crown of Ma'had (Bahasa adalah mahkota pesantren), demikianlah sebuah pepatah yang menjadi simbol dari sebuah ma'had (pesantren) di wilayah Bogor. Pepatah ini tepat sekali mengingat bahasa adalah jendela untuk menyibak ilmu pengetahuan dan alam semesta. Bahasa Arab misalnya, ia adalah kunci bagi negeri ilmu pengetahuan, dengannya akan terkuak misteri ilmu pengetahuan yang selama ini belum kita dapatkan.
Dengan bahasa pula kita akan mampu menjelajahi dunia. Karena dengan mengetahui bahasa suatu kaum kita akan terhindar dari kejahatan kaum tersebut. Seseorang yang menguasai bahasa Inggris tidak akan merasa khawatir atau takut ketika dia pergi ke Inggris, selain tidak ada rasa takut ia juga paham apa yang orang-orang di sekitarnya bincangkan.
Sebagaimana disebutkan bahwa bahasa adalah mahkota ma'had, dalam hal ini bahasa menjadi nilai plus dari sebuah pesantren, image ini telah menjadi sebuah keniscayaan. Seseorang yang bersekolah di pesantren tentu akan memiliki kemampuan bahasa yang lebih jika dibandingkan dengan mereka yang bersekolah di luar pesantren.
Dalam ruang lingkup Islam penguasaan bahasa arab merupakan pra syarat seseorang dibolehkan untuk menjadi seorang ahli tafsir. Maka mereka yang tidak memiliki pengetahuan tentang bahasa Arab maka tidak diperkenankan untuk menafsirkan Al-Qur'an, apalagi untuk menjadi seorang ahli fatwa. Hal ini menjadi konsensu (ijma') para ulama. Bahasa arab sebagai ilmu alat menjadi semakin penting karena Al-Qur'an, Al-Hadits dan sumber-sumber hukum Islam ditulis dengan bahasa arab. Maka belajar bahasa Arab adalah kewajiban bagi setiap muslim, hal ini pula yang membuat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa makruh hukumnya bagi mereka yang bisa berbahasa Arab untuk berbicara dengan bahasa Ajam (selain arab).
Karena bahasa lebih khusus bahasa arab adalah mahkota dari pesantren maka metode dan pembelajarannya harus terus ditingkatkan. Kesadaran terhadap pembelajaran bahasa ini juga harus terus dikembangkan dengan menggunakan berbagai pendekatan yang sesuai dengan usia santri. Dengan ini diharapkan santri akan merasa senang dengan bahasa dan mereka dapat mempraktekannya dalam kesehariannya.      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...