Rabu, 16 November 2011

Kewajiban Saya dan Anda...



Oleh : Muhammad Badri bin Muhammad Djahri

Agama Islam ini mengatur kehidupan manusia, supaya manusia berjalan dijalan yang baik sesuai dengan perintah PenciptaNya yaitu Allah. Dalam Agama ini ada kewajiban dan hak, setiap orang harus melaksanakan kewajibannya. di antara kewajiban yang Allah perintahkan adalah kewajiban seseorang terhadap Agamanya ini;
1)    Mempelajarinya
Segala sesuatu yang kita kerjakan harus berdasarkan atas ilmu, tidak akan mungkin seseorang berbuat sesuatu tanpa ilmu, contohnya saja seorang pelajar tidak akan mungkin mampu mengerjakan PR yang diberikan oleh gurunya kecuali dia paham dan mengilmuinya, mudah bagi yang berilmu dan sulit bagi orang yang belum berilmu, berarti semuanya membutuhkan pada ilmu. Akan tetapi ilmu itu tidak akan mungkin datang begitu saja tanpa belajar, coba kita tanyakan kepada orang yang sudah sukses apakah mereka pandai tanpa belajar, pastilah tidak mereka pasti belajar, oleh sebab itu ada pepatah mengatakan rajin pangkal pandai dan hemat pangkal kaya.
Dan faktor lain yang mendorong kita supaya belajar adalah kita tidak akan mungkin dapat mengerjakan perintahnya kecuali dengan ilmu, contohnya saja sholat, bagaimana cara mengerjakan sholat, membaca Al Quran bagaimana cara membacanya dengan baik dan benar dan lain sebagainya. Dan orang yang tidak belajar dia tidak akan mengetahui mana yang perintah dan mana larangan, mana yang halal dan mana harom, mana yang baik dan mana yang buruk, tanpa ilmu seseorang akan terjerumus dalam jurang dosa karena tidak mau taat kepada Allah.
2)    Beramal dengan ilmunya
Setelah berilmu tentunya termasuk sesuatu yang kurang baik kalau kita tidak mau mengamalkannya, suatu hal yang aneh jika kita sudah tau mana yang baik ternyata kita malah memilih yang jelek. Tidak akan ada gunanya apabila dia sudah berilmu akan tetapi dia tidak beramal dengannya. Maka suatu hal yang aneh apabila ada seorang yang memerintahkan kepada temannya untuk melaksanakan sholat akan tetapi dia malah meniggalkan sholat, melarang temannya jangan membuang sampah sembarangan ternyata malah dia yang pertama kali membuang sampah sembarangan, memerintahkan untuk jangan berkelahi tawuran dengan saudara seimannya malah dia yang menjadi gengnya.
Namun yang lebih harus kita perhatikan adalah peringatan Allah kepada seseorang yang dia berilmu namun tidak dipergunakan atau diamalkan, sebagaimana disebutkan dalam Al Quran, dan juga kita harus berhati hati karena setiap apa yang kita lakukan akan diminta pertanggung jawabannya nanti pada hari kiamat. Tangan, mulut, pendengaran, dan semua anggota tubuh kita akan ditanya oleh Allah untuk apa kita pergunakan semua nikmat Allah yang berupa anggota tubuh ini.
3)    Mengajarkannya
Selanjutnya setelah kita beramal dengannya tentunya kita ingin supaya saudara, keluarga atau teman kita mengetahui apa yang kita ketahui dan kita cinta kalau mereka juga mampu untuk belajar dan mampu juga untuk melaksanakannya. Allah menjelaskan hal ini dalam kitabNya yang artinya;
ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. An Nahl (125)
Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada kita agar menyampaikan ajaran Islam ini kepada manusia, dan mengajarkan pula tentang kebaikan kepada mereka supaya mereka berjalan di atas jalan yang benar yang diridhoi Allah.
Dan tentunya kita senangkan kalau saudara kita berbuat baik sebagaimana kita akan benci kalau saudara kita melakukan sesuatu yang jelek, kita cinta kepada saudara kita harus dengan alasan yang benar alias karena mereka berbuat baik, dan kita benci kepada mereka karena mereka berbuat dosa inilah sifat yang terpuji yaitu cinta karena Allah dan benci karena Allah, bukan kita senang kepada saudara atau teman kita karena harta dan pangkat kedudukan, ini yang harus kita perhatikan.
Dan juga dalam cara kita mengajarkan kepada orang lain harus dengan cara yang baik harus tahu sikon alias situasi dan kondisi orang yang kita ajak itu, oleh sebab itu dalam ayat di atas Allah menyebutkan serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan peringatan yang baik, hal ini mengajarkan kepada kita cara untuk menasehati orang lain. Tidak dengan hawa nafsu dan semangat aja namun membutuhkan pada ilmu bagaimana cara menasehati saudara kita.
4)    Bersabar
Inilah keempat kewajiban kita sebagai ciptaan Allah yang harus kita laksanakan. Dalam belajar menuntut ilmu, mengamalkan ilmunya itu dan mengajarkan kepada orang lain tentunya jalannya tidak semulus yang kita sangka bagaikan membalik telapak tangan, tentunya disana banyak onak dan duri rintangan yang menghadang, namun kita harus tetap tabah dan sabar karena setiap kita mengamalkan sesuatu yang baik pasti tidak gampang, tentunya dalam hal ini sesuai dengan kemampun kita masing masing karena setiap orang berbeda kadar kesabarannya.
Kalau kita sudah melaksanakan keempat kewajiban di atas maka kita akan mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat nanti, dan sifat yang keempat ini adalah sifat yang sangat mulia, karena Allah telah menyebutkan dalam Al Quran yang artinya;
وَالْعَصْر إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ  إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

"Demi masa, sesungguhnya seluruh manusia pasti dalam keadaan merugi, kecuali orang orang yang beriman, beramal sholeh, saling menasehati dalam kebaikan dan saling menasehati dalam kesabaran" An-Nashr (1-3)
 Dan mudah mudahan Allah memberikan kepada kita kekuatan untuk melaksanakan semua kewajiban yang telah diperintahkan dan meninggalkan apa yang telah dilarangNya, Amin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...