Minggu, 12 Agustus 2012

Peran Kampus Dalam Perkembangan Ekonomi Islam

Oleh : Arijulmanan, MHI

Pendidikan Islam merupakan upaya sadar, terstruktur, terprogram, dan sistematis yang bertujuan untuk membentuk manusia yang berkarakter,[1] yakni:
1.       Berkepribadian Islam
2.       Menguasai Tsaqofah Islam
3.       Menguasai Ilmu Kehidupan (IPTEK)
4.       Memiliki Keterampilan yang memadai.

Kampus sebagai salah satu tempat Pendidikan Islam diharapkan bisa melahirkan lulusan yang siap terjun ke masyarakat sebagai:
1.       Karyawan atau pegawai
2.       Akademisi
3.       Wirausahawan atau entrepreneur
4.       Community Development (Pengembangan Msyarakat)

Menurut Muhammad Natsir ada tiga pilar kekuatan ummat yaitu:
1.       Masjid
2.       Pesantren
3.       Kampus

Dalam wawancara dengan Jurnal Inovasi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY, 1987), Natsir yang waktu itu telah berusia 79 tahun mengutarakan ada tiga unsur yaitu: masjid, pesantren dan kampus, yang apabila dipertemukan, niscaya akan menjadi modal utama pembinaan ummat maupun pembangunan bangsa dan negara, baik di bidang ekonomi, pendidikan, budaya, dsb.[2]

Kampus merupakan tempat berkumpulnya intelektual muda yang dipersiapkan sebagai agent social of change (agen perubahan sosial). Tridarma Perguruan Tinggi[3] meliputi:
1.  Pendidikan
2.  Penelitian dan Pengembangan
3.  Pengabdian Pada Masyarakat

1.       Pendidikan
Tridarma Perguruan Tinggi yang pertama adalah pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional, dan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang bernafaskan Islam serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Tujuan dari Tridarma Perguruan Tinggi yang pertama yaitu pendidikan adalah (a) menyelenggarakan pendidikan yang unggul untuk menghasilkan tenaga pendidik di lingkungan masyarakat, madrasah/sekolah, pondok pesantren, dan masyarakat luar sekolah, (b) mempersiapkan lulusan yang berkualitas yang memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional, (c) mengembangkan manajemen yang kondusif dan atmosfir masyarakat akademis religius dalam pengelolaan pendidikan dan pengembangan kompetensi Jurusan/Program Studi , (d) mengembangkan penelitian yang dapat melahirkan teori-teori pendidikan Islam di lingkungan masyarakat, madrasah atau sekolah, pondok pesantren dan masyarakat luar sekolah, (e) mengembangkan pengabdian masyarakat dengan fokus pada usaha memberikan kontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan pendidikan aktual yang timbul di masyarakat, (f) mengembangkan kerjasama dengan perguruan tinggi lain, dan (g) mengembangkan dan menjaga nilai-nilai, etika profesional, dan moral akademis dalam menyelenggarakan proses pendidikan.

2.       Penelitian dan Pengembangan
Eksistensi Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Lemlitbang) di Universitas diharapkan dapat menjadi jembatan munculnya gairah meneliti di kalangan tenaga kependidikan, sekaligus dapat berfungsi sebagai lahan pelatihan untuk melahirkan karya-karya yang dapat dibanggakan secara ilmiah. Mengingat selama ini banyak ide-ide brilian yang sangat potensial untuk direalisasikan sebagai karya penelitian dan pengembangan yang berkualitas justru berserakan entah kemana, maka Lemlitbang ini semakin diperhitungkan eksistensinya sebagai lembaga yang dapat mengakomodir semua kepentingan itu. Dengan demikian, kehadiran Lemlitbang merupakan keniscayaan yang diharapkan mampu memposisikan diri sebagai think tank sekaligus produsen berbagai perangkat keilmuan yang dibutuhkan oleh Universitas dalam menghadapi tantangan global.
Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Lemlitbang) adalah unsur pelaksana Tri Dharma perguruan tinggi yang bertugas menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan ilmu, teknologi, dan seni dalam rangka mencapai tujuan Universitas. Dalam melaksanakan tugas tersebut, semua gerak langkah dan pengembangan Lemlitbang selalu berpijak pada visi, misi, dan tradisi Universitas. Lemlitbang ini secara garis besar mempunyai fungsi sebagai (1) perencana, koordinator, peman­tau, dan penilai penelitian dan pengembangan kegiatan ilmiah lainnya, baik yang diselenggarakan oleh fakultas/jurusan atau unit-unit lain yang terkait, (2) pelaksana pene­litian dan pengembangan  yang bersifat interdisipliner, (3) pengelola sumber daya untuk penelitian dan pengembangan di Universitas, dan (4) pengelola kerja­sama penelitian dan pengembangan  yang dilakukan oleh Universitas dengan pihak luar.

3.       Pengabdian pada Masyarakat
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan sebuah keniscayaan bagi sebuah perguruan tinggi. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat merupakan wujud kepedulian perguruan tinggi sebagai lembaga yang menghasilkan elit intelektual untuk senantiasa berpartisipasi dalam pengembangan kualitas masyarakat.  Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan memecahkan problem sosial yang dihadapi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial, penerapan Iptek, Usaha Jasa dan Industri (UJI), dan pemberdayaan Usaha Kemandirian Masyarakat (UKM) melalui Ekonomi Islam.  
Sebagai contoh, berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 5 Tahun 2005 tentang Statuta Universitas Islam Negeri (UIN) Malang pasal 57 dikemukakan bahwa Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Universitas di bidang pengabdian kepada masyarakat yang berada di bawah Rektor. Ketentuan ini menunjukkan bahwa Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu bidang pengabdian kepada masyarakat. Posisi ini menempatkan LPM sebagai juru bicara universitas ketika berhadapan dengan masyarakat secara umum dan ujung tombak universitas dalam merumuskan dan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat.
Dalam melakukan tugas-tugasnya, LPM perlu membuka jaringan kerja sama (network) dengan lembaga-lembaga lain yang terkait dengan program kemasyarakatan yang dicanangkan LPM, baik pemerintah daerah, perguruan tinggi, LSM maupun swasta. Karena pada hakekatnya upaya untuk memberdayakan masyarakat menjadi masyarakat madani merupakan cita-cita semua pihak. Kerja sama tersebut perlu dilakukan dalam rangka merumuskan dan mengimplemen­tasikan program kemasyarakatan yang komprehensif dan berkesinambungan (sustainable).
 Visi Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) adalah Mitra terpercaya dalam menyelenggarakan pelayanan, pemberdayaan, dan pengembangan masyarakat yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan ilmu, dan kematangan profesional, dan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang bernafaskan Islam serta menjadi penggerak kamajuan masyarakat
Misi Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) adalah (1) Memberikan pelayanan, pemberdayaan, dan pengembangan yang profesional dengan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui layanan informasi, pendidikan dan pelatihan, pendampingan, asistensi keahlian, konsultasi, dan resit aksi; (2) Menjunjung tinggi, mengamalkan, dan memberikan keteladanan dalam kehidupan atas dasar nilai-nilai Islam dan budaya luhur bangsa Indonesia.
Tujuan kelembagaan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) adalah meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan memecahkan problem sosial yang dihadapi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial sesuai dengan visi, misi, dan fungsi Universitas melalui penerapan Iptek, Usaha Jasa dan Industri (UJI), dan pemberdayaan Usaha Kemandirian Masyarakat (UKM).
Program Kerja Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat dapat dikelompokkan dalam beberapa aspek yaitu:
1.       Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai bidang garapan sebagai berikut:
a.         Pelatihan da’i.
b.        Pelatihan manajemen masjid dan pesantren.
c.         Pelatihan metodologi penelitian tindakan (action research).
2.       Bimbingan dan Penyuluhan Agama mempunyai bidang garapan sebagai berikut:
a.    Turut memakmurkan masjid-masjid yang ada di sekitar Kampus.
b.   Mengkoordinasi khatib Jumat, Hari Raya, dan khatib pada bulan Ramadhan.
c.    Penyuluhan masyarakat (misalnya Keluarga sakinah, pertanian, kesehatan, dll.)
d.   Penyelenggaraan bimbingan manasik haji.
3.       Rehabilitasi Dampak Pembangunan (Crisis Center) mempunyai bidang garapan:
a.       Identifikasi permasalahan sosial keamsyarakatan akibat pembangunan dan upaya pemecahannya
b.      Pendampingan masyarakat

Peran kampus dalam membangun ummat melalui Ekonomi Islam adalah dengan turut serta dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai Agent Social of Change.
Pada saat ini, kebutuhan SDM Ekonomi Islam sebanyak 184 Ribu. Tingginya pertumbuhan industri keuangan syariah hingga rata-rata 30 persen membutuhkan dukungan tenaga sumber daya manusia yang profesional. Menurut guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya, Suroso Imam Zadjuli, dalam 20 tahun ke depan diperlukan banyak tenaga kerja islami profesional.

“Untuk mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas tersebut masih diperlukan tenaga kerja Islami sebanyak 184.800 orang,” kata Suroso. Jumlah tersebut terdiri dari 8.400 tenaga doktor ilmu ekonomi Islam, 25.200 lulusan magister ekonomi Islam, lulusan sarjana sebanyak 50.400 orang, dan tenaga ahli madya 100.800 orang.

Maraknya kajian-kajian tentang ilmu Ekonomi Islam tidak dapat dipisahkan dari fenomena kebangkitan kembali masyarakat muslim untuk menghidupkan ajaran-ajaran Islam yang orisinil (Islamic Resurgence) di berbagai belahan dunia Islam. Kebangkitan Islam yang melanda hampir di seluruh dunia Islam kini tengah mencari suatu tatanan baru yang tidak hanya mencakup aspek ideologis, moral, cultural dan politik saja, tetapi juga aspek ekonomi. Penggerak utama di balik kebangkitan ini ialah keinginan untuk merekonstruksi struktur masyarakat dan perekonomiannya dengan mengadopsi nilai-nilai keimanan, agama, dan tradisi sejarah mereka.[4]


[1]     Sistem Pendidikan Islam, alhijrah. cidensw.net, 8, 2009
[2]     Islam Agamaku, Muhammad Natsir: Pilih Islam atau Atheis, badrislam.blogspot.com, 02 Mei, 2009
[3]     Uin-malang.ac.id
[4] Euis Amalia,dkk, Potret Pendidikan Ekonomi Islam di Indonesia, Jakarta: Gramata Publishing, 2012, 32

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...