Kamis, 09 Mei 2013

Misteri 33

Oleh: AM Bambang Prawiro



Menginjak usia 33 tahun, ada banyak hal yang bisa saya ceritakan sebagai mozaik kehidupan seorang anak manusia yang penuh dengan suka dan duka. Pengalaman masa kecil di kampung ternyata tidak bisa hilang begitu saja, apalagi jika pengalaman yang menyangkut masalah kejiwaan. Ia begitu membekas dan membentuk sebuah karakter dalam diri saya, sebuah karakter yang terkadang saya sendiri bingung bagaimana cara menghadapinya. Namun, demikianlah kehidupan, ia akan selalu berputar sesuai dengan kehendakNya. Episode kehidupan yang begitu berkesan membawa saya pada sebuah kesimpulan bahwa ternyata hidup itu memang tidak semulus jalan tol, ia bisa menanjak hingga membutuhkan energy tambahan dan terkadang turun yang membutuhkan keseimbangan badan. Itulah kehidupan, jika sewaktu kecil saya selalu membayangkan bagaimana nanti kalau sudah dewasa, maka saat ini saya selalu membayangkan bagaimana ketika masa kecil dahulu tidak pernah terpikir bagaimana keadaan saat ini.
Bersyukur dengan segala yang telah dilimpahkan oleh Sang Pencipta adalah hal utama yang senantiasa saya coba lakukan. Bersyukur dengan semua kenikmatan yang ada serta bersyukur pula dengan segala bencana yang melanda. Saya harus mengulangi lagi “Bersyukur dengan segala kenikmatan dan ujian yang ada” artinya mensyukuri setiap kenikmatan yang selalu kita rasakan sepanjang waktu dan yang lebih penting dari itu adalah mensyukuri semua ujian, cobaan atau musibah yang menimpa. Karena menurut saya sebuah ujian atau musibah sejatinya bukanlah sesuatu yang buruk, ia adalah yang terbaik untuk kita. Maksudnya adalah setiap hal “buruk” berupa musibah yang menurut pandangan manusia adalah bencana saya anggap sebagai sebuah karunia. Ya… karunia yang telah menjadikan saya menjadi manusia bukan seorang dewa, tentu saja bukan untuk menyombongkan diri jika saat ini saya mencoba terus untuk memaknai setiap “musibah” yang menimpa saya. Sekali lagi itu bukanlah musibah tapi karunia luar biasa yang harus senantiasa disyukuri.
Kenapa hal ini saya ceritakan? Karena episode hidup saya memang penuh dengan ujian dan cobaan di mana sejak kecil ia senantiasa mewarnai hidup saya. Sekadar tahaduts bi nikmah bahwa ternyata semua “musibah” itu telah mengantarkan saya ke “derajat” yang lebih mulia dari sebelumnya, dalam arti “musibah” tersebut telah menjadikan hidup saya lebih bermakna dan bisa berarti bagi sesama.
Saat ini saya tidak pernah membayangkan seandainya “musibah” itu tidak menimpa saya maka bisa jadi saya tidak akan seperti ini adanya. Demikian pula tidak terbayang seandainya perjalanan hidup saya dirubah cengan takdir yang lainnya niscaya saya tidak akan bisa menulis seperti ini. Semua perjalanan hidup saya sungguh luar biasa, karena setiap satu “musibah” yang menimpa akan setara dengan naiknya “derajat” saya sebagai manusia. Oleh karena itu janganlah takut dengan setiap bencana yang melanda. Bahkan seharusnya kita mensyukurinya karena ia adalah “ujian” yang akan mengantar kita ke jalan kesuksesan…. Salam Sukses Dunia dan Akhirat.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Uktub Your Ro'yi Here...